Free Mining Bitcoin

freeminingbitcoin.com - Free Mining Bitcoin

Senin, 28 Januari 2013

Belajar Menyenangkan di Laboratorium


Oleh    : David L.P Sumarsono




 
"Fisika itu memusingkan! “ kata seorang siswa kepada saya. Banyak siswa di berbagai sekolah mengeluh akan hal ini. Fisika adalah bagian dari ilmu sains yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Dahulunya ketika saya menginjakkan kaki di SMP dan mulai mempelajari Fisika, saya bertanya-tanya apakah Fisika itu berfungsi bagi kehidupan manusia? Mengapa Fisika mengukur kecepatan benda jatuh? Mengapa benda jatuh? Berapa kekuatan hantamannya ke tanah? Bukankah hal ini adalah hal yang aneh dan sia-sia untuk dikerjakan? Seperti kurang kerjaan saja ukur kecepatan durian  jatuh, durian  jatuh ya dimakan, itu pemikiran sempit saya saat menginjakkan kaki di SMP dan mempelajari Fisika.
Akan tetapi semakin dipelajari Fisika itu semakin asyik. Ternyata Fisika itu berfungsi bagi kehidupan manuasia jika itu difungsikan dengan benar. Kita bisa berbincang-bincang dengan teman kita di Kalimantan, Sumatra, Papua bahkan di Amerika sekalipun, karena perkembangan tekhnologi yang merupakan hasil karya Fisika. Luar biasa bukan? Sambil duduk kita bisa melihat pertandingan Liga Inggris, meskipun kita tidak ada di Inggris. Bayangkan berapa uang yang harus kita keluarkan apabila kita ingin nonton Ronaldo main bola , tapi kita harus pergi dulu ke Inggris. Tapi dengan ilmu Fisika dalam perkembangan tekhnologi, kita bisa dengan santai nonton Ronaldo mencetak gol. Tapi perlu juga diingat, ilmu Fisika tanpa penanaman takut akan TUHAN akan berdampak hal yang buruk dalam kehidupan manusia. Kita ingat akan kasus bom Bali, kasus pembobolan ATM, senjata rakitan yang digunakan untuk kejahatan dan lain sebagainya yang meresahkan bahkan menelan banyak korban jiwa. Oleh karena itu perlunya pendidikan yang seimbang antara rohani, karakter dan akademik anak. Sekolah Tongkat Harun adalah wadah untuk mengembangkan potensi akademis anak tanpa mengabaikan rohani dan karakter  anak. Visi kami,  “Melahirkan Generasi Yang Hidup dalam Kebenaran Menjadi Terang Dunia”, bukan hanya menekankan satu sisi saja dalam pribadi anak, tapi ketiga-tiganya: rohani, karakter dan akademik yang seimbang. Raja Salomo katakan, “takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, ...”(Amsal 1:7a), jadi tanpa adanya takut akan TUHAN, sia-sia dan tak berfaedahlah ilmu itu.

“Seperti kurang kerjaan saja ukur kecepatan durian  jatuh, durian  jatuh ya dimakan...”
Apa yang sebenarnya membuat anak susah dan bosan mempelajari Fisika? Salah satu survey mengatakan bahwa anak bosan dengan cara belajar yang itu-itu saja di kelas, menulis, membaca, mengerjakan soal mendengarkan ceramah guru di kelas yang hanya monoton, tanpa menyinggung kehidupan sehari-hari dan tidak ada praktik. Fisika itu luas, dan Fisika itu perlu praktik nyata. Kita sebagai guru jangan membuat pelajaran Fisika itu beban bagi anak, tapi ciptakanlah suasana yang menyenangkan  saat belajar fisika. Berikut ini beberapa tips agar pelajaran Fisika menjadi menyenangkan :
1.    Masuklah ke kelas dengan wajah yang ceria dan bersemangat. Ini adalah poin utama mendapatkan hati anak-anak untuk semangat belajar.
2.    Mulailah pembelajaran dengan doa bersama dengan anak-anak. Dengan doa, kita mengandalkan Tuhan, bukan pribadi kita.
3.    Ciptakan suasana yang ceria di kelas, ingat suasana yang tegang dapat mengurangi konsentrasi anak. Secara psikologis, susana yang nyaman dan menyenangkan akan membuat anak betah di kelas.
4.    Manfaatkan laboratorium dan alat peraga di kelas.
5.    Berikan PR yang memancing rasa tahu anak dalam fisika, terutama yang menyinggung langsung dengan  kehidupan  mereka di rumah.
Salah satu poin utama dalam Fisika adalah praktikum. Siswa akan lebih memahami materi yang disampaikan apabila materi itu dipraktikkan. Salah satu prasarana yang menunjang dalam praktikum adalah laboratorium sekolah. Laboratorium bukan hanya sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat IPA, tapi di sanalah kita dapat mempraktikkan materi yang kita ajarkan. Di laboratorium kita dapat belajar dengan rileks tapi tertib, ceria tapi serius.
Alam terbuka di sekitar sekolah juga dapat membantu kita menyampaikan materi pembelajaran, jadi pembelajaran tidak harus selalu dilaksanakan di kelas, yang terpenting di sini adalah guru dapat menyampaikan materi dan anak-anak dapat menerimanya. Guru haruslah aktif, kreatif, ceria dan bersemangat. Oleh karena itu marilah kita menjadikan suasana belajar yang nyaman bagi anak didikan kita, sehingga merekapun bersemangat menerima pembelajaran.

Tuhan Yesus memberkati

1 komentar:

  1. Shallom mr.david
    bagus sekali idenya...
    good job sudah buat blog.Gbu :)
    daniel sendouw

    BalasHapus