Free Mining Bitcoin

freeminingbitcoin.com - Free Mining Bitcoin

Minggu, 27 Januari 2013

Mempersiapkan Ujian Nasional Sedini Mungkin


Mempersiapkan Ujian Nasional
Sedini Mungkin

 
Oleh    David L.P Sumarsono
 


Shalom, tidak terasa sudah semester 2. Ujian Nasional sudah mulai dipersiapkan di masing-masing sekolah.. Kisi-kisi ujian nasional telah dikeluarkan. Buku-buku latihan soal sudah banyak diterbitkan untuk menunjang persiapan UN 2013. Ya, memang mempersiapkan ujian nasional lebih dini adalah hal yang harus dilakukan. Kita bisa belajar dari tahun-tahun sebelumnya sehingga tahun ini persiapan kita dalam Ujian Nasional bagi anak didikan kita dapat lebih matang.

Apa yang perlu dipersiapkan? Banyak hal yang kita sebagai pendidik harus persiapkan, terutama materi-materi yang akan diujikan  nantinya. Banyak guru mata pelajaran yang di UN kan, hanya mengandalkan buku-buku UN yang dijual di pasaran. Hal ini tidaklah salah, tapi bagaimana kita dapat mengembangkan kepotensilan kita sebagai pendidik? Sedangkan hal ini terus berlangsung tahun demi tahun. Satu sisi memang memudahkan kita sebagai pendidik, tapi di sisi lain hal ini membuat guru tidak berkambang.

Menyusun soal memanglah tidak gampang, perlu pengorbanan waktu maupun pikiran. Apalagi dalam menyusun soal Matematika. Lebih mudah untuk mengerjakan soal, daripada menyusun soal. Akan tetapi dengan kita menyusun sendiri soal (meskipun dalam hal ini kita juga tidak bisa mengabaikan soal-soal yang telah ada maupun buku-buku UN yang telah dijual di pasaran), kita dapat membuat suatu terobosan bagi kita pendidik kita dapat memfokuskan soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah dikeluarkan BNSP.

Terobosan yang telah kita buat dengan menyusun sendiri soal-soal mata pelajaran UN yang kita pegang akan berdampak positif bagi kelangsungan dunia pendidikan di Indonesia. Kebiasaan yang terjadi saat ini di Indonesia terutama para pendidik adalah sistem copy-paste. Copy dari berbagai media, terus paste. Bukan berarti hal ini tidak boleh, tapi kalau kebiasaan ini terus berlangsung tanpa adanya perubahan, maka akan membuat para pendidik menjadi malas. Diharapkan para pendidik harus mempunyai terobosan dalam dunia pendidikan di Indonesia agar dunia pendidikan di Indonesia dapat terus maju dan berkembang.


Hal lain yang membuat pendidikan di Indonesia menjadi kurang berkembang adalah maraknya praktik ketidakjujuran di dalam lingkup pendidikan terutama saat pelaksanaan Ujian Nasional, baik dari peserta didik maupun dari pendidik itu sendiri, bahkan dari hasil pengoreksian hasil ujian Nasional. Hal ini menjadi suatu ironi yang besar. Suatu kali saat pendaftaran penerimaan siswa baru diadakan tes ujian masuk sekolah. Ketika dilihat dari nilai ijazah, nilai yang tertera bagus-bagus, akan tetapi betapa kagetnya ketika dari pihak penerimaan siswa baru tersebut mengadakan tes. Ada yang belum hafal perkalian 1-10 lah, ataupun membaca masih kurang lancar. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ternyata praktik “ketidakjujuran” lah yang mengakibatkan kualitas pendidikan di Indonesia kurang berkembang.  Mulai dari anak didikan, guru pengajar, pengawas ujian bahkan pengoreksi ujian. Terkadang orang nyeletuk dengan berkata, “jangan percaya nilai ijazah, karena itu bisa ‘dibuat’. Kita harus merubah paradigma ini. Pendidikan di Indonesia harus bangkit, dan meninggalkan praktik “ketidakjujuran” ini.

 

Puji Tuhan, di Sekolah Tongkat Harun penerapan Takut Akan Tuhan telah diterapkan, baik dari Guru Pendidik maupun anak didikan. Dari dini telah diajarkan kepada setiap anak didikan mengenai takut akan Tuhan, takut berbuat dosa. Diharapkan semua sekolah di Indonesia juga menerapkan takut akan Tuhan, sehingga pemulihan untuk dunia pendidikan di Indonesia dapat terjadi. Setiap pendidik dapat membuat terobosan yang dapat memajukan  dunia pendidikan di Indonesia. Tuhan Yesus memberkati.








 

“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
Amsal 1:7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar