Oleh :
David L.P Sumarsono
"Fisika
itu memusingkan! “ kata seorang siswa kepada saya. Banyak siswa di berbagai
sekolah mengeluh akan hal ini. Fisika adalah bagian dari ilmu sains yang tidak
bisa lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Dahulunya ketika saya
menginjakkan kaki di SMP dan mulai mempelajari Fisika, saya bertanya-tanya
apakah Fisika itu berfungsi bagi kehidupan manusia? Mengapa Fisika mengukur
kecepatan benda jatuh? Mengapa benda jatuh? Berapa kekuatan hantamannya ke
tanah? Bukankah hal ini adalah hal yang aneh dan sia-sia untuk dikerjakan?
Seperti kurang kerjaan saja ukur kecepatan durian jatuh, durian
jatuh ya dimakan, itu pemikiran sempit saya saat menginjakkan kaki di
SMP dan mempelajari Fisika.
Akan
tetapi semakin dipelajari Fisika itu semakin asyik. Ternyata Fisika itu
berfungsi bagi kehidupan manuasia jika itu difungsikan dengan benar. Kita bisa
berbincang-bincang dengan teman kita di Kalimantan, Sumatra, Papua bahkan di
Amerika sekalipun, karena perkembangan tekhnologi yang merupakan hasil karya
Fisika. Luar biasa bukan? Sambil duduk kita bisa melihat pertandingan Liga
Inggris, meskipun kita tidak ada di Inggris. Bayangkan berapa uang yang harus
kita keluarkan apabila kita ingin nonton Ronaldo main bola , tapi kita harus
pergi dulu ke Inggris. Tapi dengan ilmu Fisika dalam perkembangan tekhnologi,
kita bisa dengan santai nonton Ronaldo mencetak gol. Tapi perlu juga diingat,
ilmu Fisika tanpa penanaman takut akan TUHAN akan berdampak hal yang buruk
dalam kehidupan manusia. Kita ingat akan kasus bom Bali, kasus pembobolan ATM,
senjata rakitan yang digunakan untuk kejahatan dan lain sebagainya yang
meresahkan bahkan menelan banyak korban jiwa. Oleh karena itu perlunya
pendidikan yang seimbang antara rohani, karakter dan akademik anak. Sekolah
Tongkat Harun adalah wadah untuk mengembangkan potensi akademis anak tanpa
mengabaikan rohani dan karakter anak.
Visi kami, “Melahirkan Generasi Yang
Hidup dalam Kebenaran Menjadi Terang Dunia”, bukan hanya menekankan satu sisi
saja dalam pribadi anak, tapi ketiga-tiganya: rohani, karakter dan akademik
yang seimbang. Raja Salomo katakan, “takut akan TUHAN adalah permulaan
pengetahuan, ...”(Amsal 1:7a), jadi tanpa adanya takut akan TUHAN, sia-sia dan
tak berfaedahlah ilmu itu.
“Seperti kurang kerjaan saja ukur kecepatan durian jatuh, durian
jatuh ya dimakan...”
Apa yang sebenarnya membuat anak susah dan bosan
mempelajari Fisika? Salah satu survey mengatakan bahwa anak bosan dengan cara
belajar yang itu-itu saja di kelas, menulis, membaca, mengerjakan soal
mendengarkan ceramah guru di kelas yang hanya monoton, tanpa menyinggung
kehidupan sehari-hari dan tidak ada praktik. Fisika itu luas, dan Fisika itu
perlu praktik nyata. Kita sebagai guru jangan membuat pelajaran Fisika itu
beban bagi anak, tapi ciptakanlah suasana yang menyenangkan saat belajar fisika. Berikut ini beberapa
tips agar pelajaran Fisika menjadi menyenangkan :
1.
Masuklah
ke kelas dengan wajah yang ceria dan bersemangat. Ini adalah poin utama
mendapatkan hati anak-anak untuk semangat belajar.
2.
Mulailah
pembelajaran dengan doa bersama dengan anak-anak. Dengan doa, kita mengandalkan
Tuhan, bukan pribadi kita.
3.
Ciptakan
suasana yang ceria di kelas, ingat suasana yang tegang dapat mengurangi
konsentrasi anak. Secara psikologis, susana yang nyaman dan menyenangkan akan
membuat anak betah di kelas.
4.
Manfaatkan
laboratorium dan alat peraga di kelas.
5.
Berikan
PR yang memancing rasa tahu anak dalam fisika, terutama yang menyinggung
langsung dengan kehidupan mereka di rumah.
Salah satu poin utama
dalam Fisika adalah praktikum. Siswa akan lebih memahami materi yang
disampaikan apabila materi itu dipraktikkan. Salah satu prasarana yang
menunjang dalam praktikum adalah laboratorium sekolah. Laboratorium bukan hanya
sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat IPA, tapi di sanalah kita dapat
mempraktikkan materi yang kita ajarkan. Di laboratorium kita dapat belajar
dengan rileks tapi tertib, ceria tapi serius.
Alam
terbuka di sekitar sekolah juga dapat membantu kita menyampaikan materi
pembelajaran, jadi pembelajaran tidak harus selalu dilaksanakan di kelas, yang
terpenting di sini adalah guru dapat menyampaikan materi dan anak-anak dapat
menerimanya. Guru haruslah aktif,
kreatif, ceria dan bersemangat. Oleh karena itu marilah kita menjadikan
suasana belajar yang nyaman bagi anak didikan kita, sehingga merekapun
bersemangat menerima pembelajaran.
Tuhan Yesus memberkati